Highlight

Petaka Filler Payudara Seharga 13,5 Juta Salon Zaskia Studio & Beauty

Zaskia Studio & Beauty Bar melakukan perawatan gigi hingga ke filler payudara Salon yang makin serba bisa itu perlu dipertanyakan. Janga...

Wednesday, March 17, 2021

 

Wajar kalau infeksi!

Ga usah berharap lebih!

Tidak ada habisnya jika membahas praktik ilegal. Prosedur yang salah bisa dikaji dari segala arah! Dari awal hingga akhir. Dari niat bahkan!

Baca:  Petaka Filler Payudara Seharga 13,5 Juta Salon Zaskia Studio & Beauty

Bukti bahwa tukang filler sekaligus tukang veneer Zaskia Studio ini tidak paham keamanan pelanggannya adalah perlakua terhadap alat dan bahannya yang jauh dari steril.

Dari 1 foto ini saja seorang dokter atau dokter gigi bisa autojulid berjilid-jilid mengenai risiko yang bakal terjadi. Tentu saja julid yang berlandaskan teori.

 

Bahan yang terbuka saja sudah cukup untuk terkontaminasi. Apalagi bersentuhan dengan benda lain yang prosedur standar sterilisasinya tidak dikuasai.

Ya memang bukan kapasitas lulusan SLTA untuk memahami prosedur sterilisasi dan risiko infeksi. Ga usah berharap banyak soal keamanan.

Baca: Modal Tamatan SLTA, Tukang Filler Nenen Zaskia Studio & Bar Buka Kursus Veneer Juga

Kemasan kotak putih ini adalah obat bius. Simbol "K" dalam lingkaran merah berarti bahan ini tergolong obat keras dan psikotropika. Biasanya, obat ini tidak bisa dibeli bebas.Untuk memperolehnya, kamu memerlukan resep dokter. 
Tukang filler ini rupanya juga menggunakan bahan anestesi untuk mengurangi rasa sakit ketika bahan filler dimasukkan setelahnya. Obat anestesi tergolong obat keras. Kerasnya nomer dua setelah kerasnya kebodohan si eksekutor.

Seseorang harus belajar anatomi, farmakologi dan ilmu anestesi itu sendiri dengan penguasaan materi yang tak ada rumus praktisnya sama sekali.

Dokter gigi, misalnya, biasa memakai obat ini sebagai bius lokal ketika hendak cabut gigi. Prosedurnya ketat sebelum memutuskan menyuntikkannya. Seorang dokter atau dokter gigi akan melakukan pemeriksaan lengkap mulai dari pemeriksaan tekanan darah, denyut jantung, pernapasan hingga riwayat alergi atau penyakit yang sedang diderita.

Salah indikasi akibatnya fatal. Itu sebabnya dokter gigi menunda proses pencabutan ketika pemeriksaannya tidak memenuhi syarat.
Suntik itu pada dasarnya menyembuhkan atau mematikan sekalian. Jika kamu tidak pernah mendapatkan ilmu penyembuhan, barangkali kamu memang berniat mematikan.


Bahan inilah yang digunakan sebagai filler. Foto ini diambil dari video yang direkam oleh owner salon Sazkia Studio sendiri (perhatikan wallpaper bunga-bunga dan matras merah yang menjadi khas dari salon tersebut.
Bahan yang kelak masuk ke nenenmu itu dibeli dengan kemasan CURAH!!! Polosan tanpa label keterangan bahan, cara pakai dan informasi penting lainnya layaknya bahan medis.

Risikonya: kontaminasi akan terjadi setiap kali membuka dan mengambilknya berkali-kali. Sudah pasti cairan setan itu sudah kaya dengan keanekaragaman hayati penyebab infeksi.

Filler Wonderfull Indonesia, kata dr. Listya Paramita, Sp. KK. Kaya dengan flora fauna.

Bahkan lebih jauh lagi, disampaikan dr. Mita dalam story ig-nya, "Ini "filler" apa? Seumur-umur jadi dokter belum pernah nemu bahkan nyentuh filler jenis beginian... Mungkin aku yang bodoh dan ketinggalan jaman.

Ya, selamat jika kamu mendapatkan suntikan terakhir yang diambil dari "Botol Kebersamaan" ini.

Jackpot! Kontaminasi Maksimal!!!

Yah, kita sebagai pihak yang tergemaskan di sini, untuk apa berharap lebih soal keselamatan pelanggan, pada orang tamatan SLTA yang bawaannya masih pengen main doktel-doktelan?

Monday, March 15, 2021

 


Owner Zaskia Studio & Beauty Bar yang merupakan pasangan suami istri berinisial SH dan YJ itu rupanya hanya lulusan SLTA.

"YJ yang nyuntikin fillernya dan SH yang memasukkan cairan ke dalam spuit (suntikan)." Kata korban filler payudara, seorang selebgram berinisial M pada Mindok Kortugi. 

Zaskia Studio & Beauty Bar adalah salon yang menyediakan tindakan medis berupa perawatan gigi dan melakukan filler, salah satunya filler payudara yang telah memakan korban.

Korbannya, seorang selebgram yang mengalami infeksi pada kedua payudaranya.

Baca: Petaka Filler Payudara Seharga 13,5 Juta Salon Zaskia Studio & Beauty


Gawat, Punya Murid Kursus!

Seperti membinasakan lalat yang sudah terlanjur bertelur.

Satu dibasmi, murid-muridnya berbiak siap menyebarkan penyakit yang sama. Tidak menutup kemungkinan mereka menelurkan lagi murid-murid kursus yang baru.

Murid kursus perawatan gigi salon Zaskia Studio & Beauty Bar. Salon yang melakukan tindakan medis, memakai sertifikat ini agar seolah punya legalitas. Padahal semua tindakan medis memerlukan Surat Ijin Praktik (SIP). Sertifikat hanya satu dari sekian banyak serangkaian syarat untuk mendapatkan SIP. Maka sertifikat tanpa SIP: Nonsens!!!

Kursus perawatan gigi yang ditawarkan cukup lengkap diantaranya:
  • veneer
  • bleaching
  • service gigi
  • bleaching
  • behel
  • gigi kelinci
  • gingsul buatan
  • pemasangan diamond gigi
Semua perawatan di atas adalah perawatan medis yang dilakukan dengan kualifikasi seorang dokter gigi.

Veneer adalah tindakan medis yang wajib dikerjakan dengan kualifikasi dokter gigi yang memiliki ijin praktik. Tidak untuk diajarkan ke masyarakat umum.

Tamatan SLTA

Tidak sulit mencari jejak digital identitas owner Zaskia Studio. Namanya ada dalam berkas putusan Mahkamah Agung RI di direktori website resminya. SH dan YJ itu berstatus tamatan SLTA.

Fakta bahwa si pemilik Zaskia Salon sekaligus eksekutor tukang filler nenen ini hanya tamatan SLTA, membuat kita semakin berpikir, sengasal dan senekat apa metodenya?

Selevel SLTA, ilmu apa yang diajarkan pada murid kursusnya?

Masalah ini jauh dari kata tuntas jika murid-muridnya itu mulai buka layanan dan lebih jauh lagi mewariskan kebodohannya dengan iming-iming sertifikat bungkus kacangnya.

Lantas pertanyaannya, sampai kapan KorTuGi tetap kuat untuk mengedukasi masyarakat jika para praktisi ilegal itu ga pernah bisa dibasmi?

Jawabannya: sampai masyarakat cukup pintar dan tidak akan pernah melarisi bisnis-bisnis ilegal dan berbahaya itu lagi.


Sunday, March 14, 2021


Zaskia Studio & Beauty Bar melakukan perawatan gigi hingga ke filler payudara

Salon yang makin serba bisa itu perlu dipertanyakan. Jangan-jangan justru makin berbisa. Zaskia Salon melakukan layanan kecantikan medis mulai dari perawatan veneer, behel, scaling dan tambal gigi hingga ke filler organ-organ tubuh seperti payudara dan pantat. Tindakan invasif lain juga termasuk pembuatan dimple atau lesung pipi.

Price list layanan di salon Zaskia Studio & Beauty
Bukan lagi layanan salon, Zaskia Studio & Beauty mulai bergeser ke tindakan medis

Perlu diwaspadai salon-salon yang lambat laun bergeser ke arah klinik tapi kualifikasi operator dan ijinnya masih saja standar salon. Ya ga sinkron.

Berikut adalah perawatan-perawatan gigi yang seharusnya wajib dikerjakan oleh dokter gigi yang memiliki ijin praktik.

Scaling (pembersihan karang gigi), Veneer dan Behel

Berbagai macam filler-pun dikerjakan dengan risiko medis yang tidak main-main. Apalagi tidak memiliki latar belakang pendidikan sebagai dokter.

Berbagai macam filler yang dikerjakan


"Filler payudara, bahkan telah dilarang oleh FDA (Food Drug Administration)", menurut keterangan dr. Dia Febrina spesialis Kulit dan Kelamin via akun instagramnya @dokterkulitbekasi.

"Bahkan dokter beneran hingga dokter spesialis bedah plastik tidak mengerjakan tindakan tersebut, "Tambah dr. Listya Paramita, Spesialis Kulit Kelamin via postingan ig TV di akun instagramnya @drmitta.spkk, "karena terbukti metode berbahaya dan sudah ditinggalkan."

Maka jika ada tukang salon yang melakukannya, itu artinya sengaja membuatmu cacat. Dan kamu harus bayar ke dia. Jahat, karena memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat.


Korban filler payudara Salon Zaskia Studio mengalami infeksi parah

Salon ini melakukan injeksi filler payudara pada seorang selebgram berinisial M hingga efeknya tak sepele. Infeksi menyebar di kedua payudaranya.

Foto ini adalah kondisi sesaat setelah selesai veneer. Diposting oleh akun instagram @beautybar6122 yang merupakan akun Salon Zaskia Studio & Bar
Setelah 3 minggu mulai muncul gejala infeksi. Ditandai dengan pembengkakan dan perubahan warna kulit pada payudaranya.

Tanda-tanda peradangan mulai tampak sebagai akibat dari infeksi
Sudah menjalani 2 kali operasi dan sedang menunggu operasi yang ke-3

"Aku udah operasi 2 kali dan masuk rumah sakit 3 kali." Keterangan M kepada Mindok Kortugi, "Sekarang masih rawat jalan. Tiap 2 hari sekali perawat datang ke rumah karena masih belum beres. Sudah jalan 4 bulan lebih dan operasi ke-3 sudah dijadwalkan."

Progress keparahan infeksi

Ancaman balik dari pelaku

Korban M sempat mendapatkan tekanan-tekanan dan ancaman dari pelaku. Terlebih lagi ketika korban M mengunggah foto-foto dokumentasi infeksi payudaranya di akun instagramnya @korban_zaskiabeauty. Hingga beberapa kali terpaksa mengarsipkan postingan-postingannya karena takut diancam akan dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik.

Akun official dari korban M dengan tujuan mengedukasi masyarakat akan bahaya filler payudara.
Salon Zaskia melakukan filler payudara di apartemen korban M

Salon Zaskia membuka layanan home care dengan melayani secara panggilan. Bisa di rumah, apartemen, kos-kosan atau di manapun sesuai permintaan pelanggan.

Lokasi Salon Zaskia Studio & Beauty Bar di Tangerang Banten. Mereka juga melayani panggilan.

Pembukaan cabang baru di Tigaraksa Tangerang

Seremonial pembukaan cabang baru Zaskia Stuido & Beauty dilakukan di daerah Tigaraksa Tangerang.

Seremonial pembukaan cabang baru di Tigaraksa
Filler payudara M bertarif 13,5 juta rupiah

"Waktu itu saya di suntikin filler payudara lupa deh tepatnya brp, kira kira kanan 450cc kiri 420cc.. sy di kenakan biaya Rp 13.500.000" keterangan M di akun @korban_zaskiabeauty.


Kejadian seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi. Cukuplah hanya dengan satu kasus ini saja untuk referensi pembelajaran semua pihak.

Tentu saja bukan pihak masyarakat pengguna layanan salon saja, tapi juga pihak penyedia layanan hingga ke pihak berwajib yang mampu memberikan ketegasan hukum demi keselamatan masyarakat.

Friday, October 2, 2020




Oleh: drg. Komang Teguh Kelana, Sp. BMM., M.Ked., Klin
(Dokter Gigi spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial)




Penyebab gigi berlubang bukanlah ulat gigi

Hingga saat ini masih ada orang yang percaya bahwa penyebab gigi berlubang adalah ulat gigi. Tentu ini adalah mitos. Sebab, penyebab gigi berlubang yang sebenarnya adalah bakteri.


Namun orang-orang yang mempercayainya dikhawatirkan akan mencari pengobatan yang tidak tepat ketika mengalami sakit gigi. Mereka hanya akan mencari cara agar ulat gigi bisa keluar dan sakit gigi bisa reda. Padahal, mereka seharusnya menerima perawatan seperti tambal gigi, perawatan saluran akar, atau mungkin pencabutan gigi. Jadi jika mitos ini terus dipelihara, maka kesehatan gigi dan mulut akan sulit untuk dijaga.


Awal mula mitos ulat gigi



Mitos tentang ulat gigi sebagai penyebab gigi berlubang sebenarnya sudah dimulai sejak ribuan tahun lalu di Mesir kuno. Bukti soal pemahaman tentang ulat gigi juga ditemukan di kerajaan Romawi kuno dan Jerman.

 

Di masa itu, ilmu pengetahuan belum maju. Belum pernah dilakukan penelitian lebih jauh soal penyebab gigi berlubang. Sehingga, ulat gigi dijadikan jawaban mengenai rusaknya kondisi gigi.

Namun pada tahun 1728, seorang ahli asal Perancis mulai meneliti lebih jauh tentang penyebab gigi berlubang secara ilmiah. Hasilnya, kepercayaan tentang ulat gigi ternyata tidak benar. Hasil penelitian soal kondisi gigi ini terus dikembangnan, hingga akhirnya saat ini kita bisa mengetahui bahwa ada banyak faktor yang bisa menyebabkan gigi berlubang, dan ulat gigi bukanlah salah satunya.


Bukan ulat gigi, ini penyebab gigi berlubang yang sebenarnya

Penyebab gigi berlubang adalah bakteri. Namun, bagaimana bakteri tersebut bisa menempel di gigi? 

Jawabannya adalah dari sisa makanan yang menempel dan tidak dibersihkan. Sisa makanan adalah makanan favorit bakteri penyebab gigi berlubang. Jadi semakin banyak sisa makanan yang menempel, maka semakin banyak juga bakteri atau kuman di rongga mulut Anda. Nah, bakteri ini bisa mengeluarkan suatu zat asam yang bisa membuat gigi jadi rapuh. Awalnya, zat asam dari bakteri ini hanya akan membuat lubang kecil di gigi. Jika lubang masih berukuran kecil, gigi biasanya belum terasa sakit. Oleh karena itu banyak orang yang tidak sadar kalau ia punya gigi berlubang. Namun meski kecil, lubang tersebut sudah bisa jadi tempat tersangkutnya sisa makanan.

Beberapa metode pengeluaran ulat gigi di masyarakat.

Jika gigi tidak segera mendapat perawatan, bakteri akan terus tumbuh subur di gigi tersebut. Akibatnya, zat asam yang diproduksi akan semakin banyak, lubang di gigi semakin besar, dan mulai muncul rasa sakit di gigi karena lubangnya sudah mencapai saraf gigi.

Kalau gigi Anda berlubang besar, pernah sangat sakit, lalu tiba-tiba tidak terasa sakit padahal belum pernah dirawat dengan benar, jangan bersenang hati.

Ini bukan karena ulat gigi sudah keluar, tapi karena saraf gigi sudah mati. Kalau saraf gigi sudah mati dan tidak segera dirawat, gigi bisa busuk dan lama-lama infeksi atau copot dengan sendirinya. Karena gigi yang sarafnya sudah mati suatu saat akan di-reject atau di tolak oleh tubuh dengan munculnya tanda tanda infeksi.


Bagaimana cara tepat obati gigi berlubang, dok?

Sekarang, Anda sudah tahu bahwa penyebab gigi berlubang bukanlah ulat gigi. Jadi, jika Anda punya gigi yang berlubang, carilah pengobatan dan perawatan hanya dari orang yang memiliki kompetensi medis yaitu dokter gigi. Apabila gigi terasa sangat sakit dan Anda belum sempat ke dokter gigi, cobalah minum obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen untuk meredakannya sementara.
Namun, obat tersebut bukan solusi gigi berlubang. Sebab, saat efek obat sudah hilang, gigi akan terasa sakit lagi.
Agar gigi berlubang bisa diatasi hingga tuntas, Anda perlu ke dokter gigi. Dokter gigi memiliki beberapa metode yang akan dilakukan untuk mengatasi gigi berlubang, seperti:


• Tambal gigi

Kalau lubang yang ada belum terlalu besar dan saraf gigi belum mati, berarti gigi Anda masih bisa ditambal. Jika lubang gigi sudah ditutup, maka Anda bisa menggunakannya lagi seperti biasa tanpa harus khawatir nyeri dan sisa makanan yang terselip.


• Perawatan saluran akar

Jika lubang gigi sudah terlalu besar hingga menyerang saraf gigi, maka penambalan biasa sudah tidak bisa dilakukan. Artinya, Anda perlu menjalani perawatan saluran akar.Saat melakukan perawatan ini, dokter akan mengeluarkan saraf gigi yang sudah mati dan menggantinya dengan bahan khusus yang juga mengandung obat untuk meredakan nyeri dan mencegah infeksi. Setelah perawatan saluran akar selesai, maka gigi baru bisa ditambal.


• Cabut gigi

Kalau gigi sudah terlalu rusak untuk ditambal atau dirawat saluran akarnya, maka pilihan terakhirnya adalah dicabut. Mencabut gigi akan membuat Anda terlihat ompong dan perlu dilanjutkan dengan perawatan gigi palsu agar gigi-gigi yang masih ada tidak bergeser ke area yang ompong.


Mitos tentang ulat gigi sebagai penyebab gigi berlubang perlu segera dibasmi. Sebab kepercayaan ini akan membuar orang-orang mencari perawatan yang salah saat giginya sakit.

Apabila ada teman, keluarga, atau tetangga yang masih percaya mitos ini, cobalah untuk menasihatinya agar kesadarannya soal kesehatan gigi dan mulut bisa meningkat

#BeSmartPeople

Saturday, September 26, 2020

Makin tipis wawasannya, makin tebal veneernya. Lagipula, barang KW sesuai fitrahnya, memang biasa mencolok dan show off.

Mari kita kembali ke dasar ilmu ketika masih sekolah dasar. Tentang macam-macam gigi dan fungsinya. Ingatkah kamu bahwa gigi depan berfungsi untuk memotong?

Seperti pisau, agar bisa memotong, maka harus tajam. Jika tidak tajam, akan auto alih fungsi menjadi penumbuk.

Gigi pemotong bak pisau itu malah dibikin tumpul, maka beban potongnya pasti berat banget. Jika berat, mata pisau akan gampang lepas dari gagangnya. Peran gagang inilah yang dipegang oleh gusi dan tulang rahang sebagai jaringan pendukung gigi yang akan melemah layaknya gagang pisau tumpul yang dipaksa untuk memotong tadi.

Udah, penjelasannya ga usah panjang-panjang. Logika sederhana itu untuk menggambarkan tentang beban kunyah yang berlebih ketika ketebalan gigi diutak atik.

Untuk tukang veneer, jika dengan logika sederhana itu tetap berat untuk dihayati, mungkin otak atau hatimu udah tumpul. Atau malah keduanya?

1. Dokumentasi Kasus Oleh drg. Willy Sandjaya (@drgwillys)

Intervensi ketebalan gigi akan berpengaruh pada perubahan kekuatan dan pola arah pengunyahan. Perubahan ini akan membuat jaringan pendukung gigi menerima beban berlebih dan otot pengunyahan akan bekerja ekstra untuk menyesuaikan dengan pola gerakan barunya. Lebih jauh lagi otot akan mengalami ketegangan dan sendi pengunyahan akan terganggu.

Perempuan, 38 tahun, mengeluh tidak bisa mengunyah dan menggigit dengan baik sejak 1 minggu setelah veneer salon seharga 1 juta itu terpasang.

Ketebalan veneernya teryata dibuat sangat tidak manusiawi dari gigi depan hingga gigi belakang.


2. Dokumentasi Kasus Oleh drg. Rika Novalita (@doktergigirika.samarinda)


Goal putih sebagai gaya hidup rupanya tidak diimbangi dengan logika bahwa untuk menerapkan GAYA HIDUP, seseorang harus HIDUP dulu. Yaitu sebuah proses yang diawali dari sempurnanya proses pengunyahan makanan sebagai kebutuhan pokok manusia.

Ketebalan veneernya adalah citra dari level kebodohan tukang veneernya dan kepolosan pelanggannya.

Setelah veneer dan berlian di giginya dilucuti, gigi dan gusinya bisa kembali bernapas dengan lega. Demikian juga dompetnya.


Siapa yang tega menempelkan konstruksi veneer yang seperti itu di mulut seseorang?

Jadinya seperti sedang mengunyah sesuatu dan belum ditelan. Belepotan di gigi.

Atau kalau lagi senyum dijalan, sudah seperti sepeda motor yang tertib aturan lalu lintas: lampu utama menyala terang dan spion berlian yang berkilau lengkap di kanan dan di kiri.

Masalahnya bahan yang dipakai adalah bahan tambal gigi yang kerasnya seriusan. Cukup kuat untuk menerima beban kunyah. Maka dari gambar ini kita bisa merasakan betapa ngganjelnya berlipat-lipat. Ngganjel di gigitannya dan di perasaan kita yang pengin misuh online.



Powered by Blogger.

Follow Aja Dulu

Other Platform

Popular Posts