Highlight

Petaka Filler Payudara Seharga 13,5 Juta Salon Zaskia Studio & Beauty

Zaskia Studio & Beauty Bar melakukan perawatan gigi hingga ke filler payudara Salon yang makin serba bisa itu perlu dipertanyakan. Janga...

Sunday, January 19, 2020


Para pemakai behel tukang salon ini, meskipun tidak memiliki motivasi kesehatan sama sekali, mungkin saja merasakan sakit dan ketidaknyamanan pada gigi mereka, namun memaksakan diri untuk menahannya.

demi terlihat lebih baik dari diri mereka yang sebenarnya di depan orang lain.

Memilih gaya hidup itu seperti menempuh perjalanan. Salah pilih kendaraan atau salah pilih jalan justru membuatmu semakin jauh tersesat. Semakin terbuang pula waktumu.

Ketika tersadar, ongkosmu ga cukup lagi buat balik. Tujuan awalmu makin tak terjangkau.

Dua gigi serinya sudah mati maka jika mau dirawat, kunjungannya harus berkali-kali karena harus menjalani perawatan saluran akar.


Selama perawatan, behel disarankan agar dilepas.


Karena pertimbangan biaya dan waktu, pasien berusia 20-an tahun ini belum bersedia melanjutkan perawatan. Dia tidak mengira akan sekompleks itu perawatannya.


Pasien berusia 20-an tahun ini tak mampu menjangkau lagi opsi perawatan untuk giginya setelah dijelaskan tentang apa saja perawatan yang harus dilakukan. Entah pertimbangan waktu, biaya atau keduanya, membuat pasien menolak dilakukan tindakan.

Penjual gaya hidup ini tahu betul bahwa dengan iming-iming eksistensi kekinian, para pencari jati diri ini akan mengupayakan apa saja untuk bisa eksis di kelompoknya.

Untung filsuf Rene Descartes tidak hidup di Indonesia pas jaman Behelian-veneerian. Bisa-bisa istilah cogito ergo sum tak pernah ada, karena manusia tak mampu lagi bisa berpikir (cogito) untuk menunjukkan eksistensinya (ergo sum).

Digantilah menjadi ORTHODONSIO ERGO SUM atau aku berbehel maka aku eksis.

Dokumentasi @doktergigi_pontianak

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Follow Aja Dulu

Other Platform

Popular Posts