Highlight

Petaka Filler Payudara Seharga 13,5 Juta Salon Zaskia Studio & Beauty

Zaskia Studio & Beauty Bar melakukan perawatan gigi hingga ke filler payudara Salon yang makin serba bisa itu perlu dipertanyakan. Janga...

Tuesday, January 21, 2020

Estetika di bidang kedokteran gigi tidak semurah es teh kita. Adalah estetika yang tidak tunduk pada tren semata. Daripadanya ada syarat penting pembangun estetika yaitu adanya integritas harmonis dari berbagai fungsi fisiologis oral sehingga menghasilkan susunan gigi ideal baik dari segi warna, bentuk, struktur dan fungsi naturalnya untuk mencapai kesehatan dan ketahanan yang optimal.

Apakah gigi ini estetik? Tidak secara medis. Poin-poin di atas dilanggar. Pun, dengan warna superwhite-nya, membuat harmonisasi penampilan jadi tidak natural.


Jika kamu masih meyakini bahwa hidup adalah anugerah Nya, semua akan sederhana:

Perbaiki yang rusak, syukuri yang sudah baik.

Estetika adalah kembalinya keseimbangan pada kondisi alamiah sesuai dengan fungsi normalnya.

Veneer, sejatinya adalah usaha memperbaiki kerusakan baik dari aspek bentuk, posisi dan warna. Bukan sebaliknya: merusak yang sudah baik.

Warna.

Naturalnya gigi tidak putih. Memang kekuningan, itu cukup manusiawi. Asal bukan karena kotoran, pengaruh obat-obatan atau kelainan pembentukan struktur gigi.

Jika pikiranmu selalu tidak puas dengan warna gigimu yang sudah natural, ingin selalu lebih putih dan putih lagi hingga keluar dari ciri-ciri manusia sejati, yang kelainan jelas bukan giginya, kan?

Konstruksi sosial masyarakat +62 memang mendewakan serba putih untuk tubuhnya. Giliran keputihan ribut, kok gatel. Usaha mengejar putih itu akan berhenti jika mereka sudah mendapatkan putihnya yang terakhir yaitu putihnya kain kafan.

Arlen (@arlenfitri), guru SD, menempatkan prakaryanya di mulut orang. Apakah estetis? Terserah intepretasimu soal batasan estetik itu seperti apa.

Aku sih, nggak.

Karena harmonisasinya jadi hilang. Jika warna putih gigi lebih mendominasi daripada putihnya mata, keseimbangan estetika wajah jadi timpang. Gigi tampak lebih mrongos dan nonjok.

Dokumentasi ketika pemasangan veneer di salon Arlen


Dokumentasi after-before salon Arlen


Belum lagi masalah kesehatan gigi dan gusi di sekitarnya. Veneernya menutupi urgensi yang sebenarnya yaitu kondisi gigi depannya yang keropos.

Ditutup begitu saja. Seperti menyembunyikan kotoran di bawah karpet.

Jarang-jarang kan, seorang guru SD memberikan PR pada dokter gigi yang bukan muridnya?

Drg @shintasonny, mengerjakan PR itu selama 2,5 jam hingga seluruh veneernya terbongkar.

Setelah dilakukan pembongkaran veneer


0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Follow Aja Dulu

Other Platform

Popular Posts