Highlight

Petaka Filler Payudara Seharga 13,5 Juta Salon Zaskia Studio & Beauty

Zaskia Studio & Beauty Bar melakukan perawatan gigi hingga ke filler payudara Salon yang makin serba bisa itu perlu dipertanyakan. Janga...

Friday, January 24, 2020



Tiga ratus ribu rupiah dengan motivasi awalnya agar bisa diet sambil bergaya. Sekarang, benar-benar harus diet karena bisa jadi biaya perbaikan ke dokter gigi spesialis akan mengurangi anggaran makan sehari-hari.

Di sini kamu bisa melihat bahwa tarikan dan tekanan alat ortho itu sangat besar, tapi masih kalah besar dibanding tarikan dan tekanan sosial yang menganggap bahwa behel adalah asesoris pelengkap pansos.


Padahal sejatinya alat ortho adalah alat medis untuk memperbaiki gangguan dalam sistem pengunyahan. Maka jika gigimu tak ada masalah, kemudian dengan sengaja memakai behel, bukan pansos namanya. Sebut saja ansos atau anjlok sosial karena dengan sengaja menunjukkan ketidaknormalan.

Dan benar saja, di tangan para penjual behel, kecacatan itu dibuat lebih nyata di mulut-mulut pelanggannya.
Senyum manis ini hanya kenangan dalam foto masa lalu.

Ini adalah kondisi gigi ketika datang ke dokter gigi. Wanita, 20 tahun, dengan kerelaan hati menyerahkan 300 ribu untuk seseorang yang dengan teganya menukar dengan behel setan yang menyebabkan kerusakan di senyum cantiknya. (1) Kondisi gigi sebelum dipasang behel. (2) Gigi geraham kecil yang keluar lengkung dan tertarik ke depan. (3) Powerchain tanpa kawat (wireless). (4) Penempatan braket yang ngasal hingga giginya nyungsep ke atas.


Behel setan yang dipasang oleh tukang gigi atau tukang behel seperti ini menjadi alat perusak. Jika dibiarkan, kerusakannya semakin parah dan perbaikannya semakin kompleks. Waktu pemulihan makin lama dan tingkat keberhasilannya makin kecil. Tentu saja berbanding lurus dengan total biayanya. Tak ada opsi lain selain segera dibongkar saat itu juga.

Powerchain atau karet sambung seperti ini bukanlah pilihan, bukan pula asesoris yang bisa dipilih sesuka hati. Tidak bisa dipasang atas dasar permintaan pasien. Daripadanya tersemat satu standar prosedur yang sangat ketat tentang kapan waktu yang tepat pemasangan karet jenis ini.

Kondisi setelah dilepas. Giginya sudah tertarik ke segala arah tak terkontrol.

Dalam kasus di atas, dua hati telah dilukai oleh orang yang saat ini mungkin masih memasang behel ke mulut-mulut pelanggan lain tanpa merasakan empati apapun. Satu si pemilik senyum, satu lagi si ibu yang mengantarnya. Sang ibu berkonsultasi dengan dokter gigi yang merawat anaknya dengan air mata bercucuran mengkhawatirkan masa depan penampilan putrinya dan biaya perbaikannya.

Terbayang juga anak keduanya yang memakai behel setan yang sama.

...dan belum tertangani.

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Follow Aja Dulu

Other Platform

Popular Posts