Highlight

Petaka Filler Payudara Seharga 13,5 Juta Salon Zaskia Studio & Beauty

Zaskia Studio & Beauty Bar melakukan perawatan gigi hingga ke filler payudara Salon yang makin serba bisa itu perlu dipertanyakan. Janga...

Sunday, January 19, 2020

Level kesehatan mental seseorang sebanding dengan seberapa besar mereka bisa menerima dirinya sendiri.

Kehidupan sosial memang mengajarkan kita untuk selalu melihat kekurangan. Mindset kita adalah scaning ketidaksempurnaan. Source of happiness kita selalu masalah fisik.

Basa basi ketemu kawan di jalan saja dimulai dari obrolan tentang fisik: kok kurusan, kok gendutan, kok iteman. Filter di smartphone bisa merubah wajah seketika untuk bisa langsung diposting hanya untuk membuat tertarik orang-orang di jagad maya yang bahkan ga dikenalnya.

Kebiasaan masyarakat yang selalu melihat kekurangan ini tentu saja menjadi komoditi. Semua bagian tubuh bisa dirubah sesuai yang diinginkan.

Ya biarin, lah. Duit-duit mereka. Asal ga berlebihan aja ga papa. Inilah statement yang lama-lama akan membentuk mindset di masyarakat dan karakter pola pikir.

Pertanyaannya: how much is too much? Kepuasan tak pernah berbatas.

Kaltim, wanita 35 tahun menginginkan veneernya dibongkar setelah 1 Minggu yang lalu dipasang oleh tukang gigi. Alasannya: Sulit mengunyah!!! Motivasi awal si pasien adalah menginginkan giginya rapi dengan harga yang murah. ternyata yang didapat adalah veneer dengan ciri khas veneer tukang salon yaitu sebagai berikut:

Meski aspek estetika itu subjektif, kita sepakat bahwa putihnya tidak lagi natural. Bentuk tidak sesuai anatomi, asal tempel dan tidak ada simetrisasi. hal ini hanya akan menjadikan veneer-nya menjadi benda asing. menjadi kotoran dan mempersulit pembersihan.

Celah antar gigi tertutup bahan veneer. Akibatnya sisa makanan pada area yang diberi tanda, sulit dibersihkan sekalipun menggunakan sikat gigi. Dental floss pun tidak bisa masuk. risiko peradangan pada gusi yang bersangkutan.

Ketebalan veneer yang mengganggu bidang kunyah menyebabkan gigitan tidak nyaman. mengganjal. jika dibiarkan, tidak hanya gigi dan jaringan pendukungnya yang rusak, otot pengunyahan di sekitar leher dan wajah akan bermasalah.

Pembongkaran total membutuhkan waktu 1 jam. Pasien merasakan kelegaan dan kapok di saat yang bersamaan.


Selama estetika itu subjektif, kecantikan tak punya standar. Semua bergantung pada siapa yang bikin tren dan siapa yang jualannya paling laku.

Maka sebelum kita bicara soal illegal practician, tukang salon gigi dan jasa-jasa kecantikan ilegal pada umumnya, mari kita tanamkan dulu healthy mindset dan mem-promote usaha CINTAI DIRI untuk diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita.

Dokumentasi @doktergiginashrul

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Follow Aja Dulu

Other Platform

Popular Posts