Highlight

Petaka Filler Payudara Seharga 13,5 Juta Salon Zaskia Studio & Beauty

Zaskia Studio & Beauty Bar melakukan perawatan gigi hingga ke filler payudara Salon yang makin serba bisa itu perlu dipertanyakan. Janga...

Wednesday, May 6, 2020



Rabu, 6 Mei 2020, atau hanya empat hari dari pelaporan,  Bidang Pelayanan Kesehatan dan Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Kendari telah melakukan investigasi ke Salon Zahra.

Sebelumnya, berita ini ramai di media sosial setelah akun instagram @kendariinfo memuat sebuah postingan iklan perawatan gigi sebuah salon kecantikan yang setelah diusut, si pemilik salon ini adalah seorang bidan. Bahkan oknum bidan yang pernah menjadi seorang caleg ini, memakai foto-foto colongan milik seorang dokter gigi sebagai materi iklannya. Kejadian ini menimbulkan kecaman baik dari masyarakat dan dari kalangan dokter gigi.

Berita lengkapnya bisa dibaca di sini:

"Nama salonnya sudah ganti." drg. Rahminingrum P, M.Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, menjelaskan, "Sekarang sudah berganti menjai Salon Cantik. Menurut pengakuan pemiliknya, salon tersebut baru berdiri sejak sebulan yang lalu."

Dijelaskan juga bahwa pemilik salon berinisial WW ini memang memiliki dasar pendidikan Bidan tapi tidak pernah melakukan praktik sebagai Bidan. Bahkan yang bersangkutan juga tidak pernah terdaftar sebagai anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Kota Kendari.

Dari keterangan WW, foto yang digunakan sebagai materi iklan perawatan gigi di salonnya diambil dari Google dengan setting publik. Bukan langsung diambil dari akun instagram milik drg. mirza Mangku Anom. Sepertinya oknum bidan ini tidak memahami bahwa gambar yang dicomot dari Google tidak sepenuhnya gratis dan bebas hak cipta. Mungkin tidak memahami bahwa Google selalu memberikan keterangan di setiap hasil pencarian gambarnya dengan kalimat "Images may be subject to copyright."

Lagipula, terlepas dari etika dan tata krama ijin mengambil gambar dari si pemilik foto, pemakaian foto yang tidak seusai untuk materi iklan adalah tindakan yang tidak pernah bisa diberikan pemakluman. Bukankah itu termasuk penipuan terhadap konsumen?

Menurut pengakuan WW, foto-foto tersebut diiklankan oleh karyawannya. Soal aturan, WW mengaku tidak tahu dan menganggap bahwa perawatan tersebut termasuk kategori fashion gigi.

Tidak tepat jika disebut fashion gigi jika alat, bahan dan metodenya mengimitasi apa yang lazim dikerjakan oleh dokter gigi. Salon ini terbukti melayani tambal gigi, gigi kelinci, behel gigi dan scaling gigi. Perawatan ini jelas bukan kompetensi tukang salon. Tanpa ada dasar indikasi medis, tindakannya akan sangat membahayakan. Apalagi di suasana pandemi Covid19 seperti saat ini, risiko penyebaran virus akibat tidak memadahinya perlindungan diri dan sterilisasi sangat tinggi.

Setelah mendengarkan penjelasan dari Dinkes, yang bersangkutan mengerti dan siap bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kita semua berharap, kontrol sosial juga bisa membantu mengawasi praktisi-praktisi ilegal yang bekerja tidak sesuai dengan kompetensinya semacam ini dan siap melaporkan kepada Dinas Kesehatan setempat.



0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Follow Aja Dulu

Other Platform

Popular Posts