Highlight

Petaka Filler Payudara Seharga 13,5 Juta Salon Zaskia Studio & Beauty

Zaskia Studio & Beauty Bar melakukan perawatan gigi hingga ke filler payudara Salon yang makin serba bisa itu perlu dipertanyakan. Janga...

Saturday, May 2, 2020



Bidan kok melakukan perawatan gigi? Semua sudah paham bahwa seorang bidan tidak memiliki kewenangan di bidang kedokteran gigi. Jika masih saja bandel, bisa dibiliang bidan ini "salah lubang".

Tapi siapa sangka bahwa pemilik salon gigi yang diberinya tajuk SALON ZAHRA ini rupanya seorang bidan?

Terungkapnya identitas si pemilik salon ini bermula dari postingan di sebuah akun instagram @kendariinfo, portal informasi masyarakat Kendari dengan jumlah followers 111k. Postingan di akun tersebut adalah postingan iklan atau endorsement dengan caption berbunyi:

Lg promo beauty and healt:
veneer gigi, gigi kelinci, behel gigi, tambal gigi, scaling gigi
Smoting rambut
Warnai rambut
Krimba rambut

No telpon: 082129733388 

Postingan di akun instagram @kendariinfo
Ada 5 slide di postingan tersebut yang menunjukkan perawatan gigi seperti tambal gigi dan veneer gigi.
video veneer gigi

foto tambal gigi

foto gigi palsu yang di-veneer

foto tambal gigi
Laporan dari masyarakat tentang postingan ini masuk ke tim akun edukasi @korbantukanggigi (kortugi) melalui pesan ter-mention di kolom komentar. Sesaat setelah menerima laporan, tim Kortugi segera mencari tahu perihal informasi lebih lanjut dari SALON ZAHRA ini.

Namun setelah berita ini riuh diangkat di akun instagram @korbantukanggigi, admin @kendariinfo langsung menarik postingan tersebut. Sayangnya, tidak ada klarifikasi resmi dari akun tersebut untuk para followers-nya. Sehingga efek dari iklan tersebut masih dimungkinkan menjangkau dan memberikan pengaruh negatif pada para followers-nya.

1. Berawal dari nomer WA
Penggalian informasi pertamakali dimulai dari nomer WA yang tercantum pada postingannya. Nomer ini mengarahkan ke dua akun Facebook bernama Syahwa Princess Evangestania dan Zara Princes.

Hasil pencarian no HP/WA
Profil si pemilik akun

2. Identitas si pemilik akun
Kedua akun Facebook tersebut dimiliki olah orang yang sama yaitu oknum bidan berinisial WW.
Postingan foto profil Facebook


3. Ketemu juga akun instagramnya
Nomer WA yang tercantum juga mengarahkan pencarian via mesin pencari Google ke akun instagramnya.
Akun instagram

4. Hasil pencarian nama di mesin pencari Google
Dari informasi nama, nampaknya oknum bidan ini cukup banyak memiliki jejak digital.
Hasil pencarian Google
5. Ternyata Calon DPRD Provinsi Dapil Sulawesi Tenggara tahun 2019
Dalam sebuah situs pintarmemilih.id, identitas WW sangat lengkap. Bahkan daftar riwayat hidup pun bisa di-download.
Profil lengkap di portal pintarmemilih.id
Begitu juga di beberapa artikel portal berita online.

laman artikel berita online detiksultra.com
6. Diketahui foto yang digunakan beriklan adalah foto curian
Atas info dari beberapa pihak, diketahui bahwa foto iklan yang terpampang di akun instagram @kendariinfo adalah foto colongan dari sebuah akun instagram milik dokter gigi Mirza Mangku Anom (@drg.mirza) dengan atermark logo klinik Syaify Dental yang sudah terpotong.

Kiri: foto yang digunakan untuk beriklan.
Kanan: foto yang diposting oleh pemilik asli drg. Mirza Mangku Anom

7. Sikap drg. Mirza
Dokter gigi Mirza Mangku Anom beserta tim Syaify Dental via Direct Message Instagram memberikan peringatan keras kepada WW di akunnya @zahra_princess95 atas pencomotan fotonya untuk kepentingan iklan usaha ilegal Zahra Salon.

Terlebih, tidak hanya sekali ini saja drg. Mirza mengalami pencurian foto untuk kepentingan jualan oknum tukang salon gigi dengan segala tindakan gigi ilegalnya. Tukang salon itu tidak akan pernah memahami betapa sulitnya studi yang harus ditempuh oleh seorang dokter gigi untuk bisa menghasilkan satu foto dokumentasi perawatan yang bisa dibanggakan tersebut. Tak terhitung waktu, tenaga dan finansial yang dicurahkan untuk bisa memantaskan diri menyandang gelar dokter gigi.

Terlepas etika dan hukum pembajakan karya, masalah ini berdampak lebih besar ke masyarakat karena telah memberikan informasi palsu terkait perawatan gigi. Pun, perawatan giginya tidak memiliki legalitas dan kompetensi.

Materi iklan palsu ini akan menaikkan ekspektasi masyarakat dan membuat lebih banyak lagi masyarakat yang akan memanfaatkan jasa layanan salon gigi nonlegal ini. Tentu saja risiko terbesar yang akan dihadapi adalah di masyarakat yang menjadi pemakai jasa ini. Mulai dari hasil yang tidak sesuai hingga ke masalah kesehatan serius atas efek samping dari tindakan yang tidak didasari ilmu medis.


0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Follow Aja Dulu

Other Platform

Popular Posts