Highlight

Petaka Filler Payudara Seharga 13,5 Juta Salon Zaskia Studio & Beauty

Zaskia Studio & Beauty Bar melakukan perawatan gigi hingga ke filler payudara Salon yang makin serba bisa itu perlu dipertanyakan. Janga...

Monday, September 21, 2020



Fenomena  SWAMEDIKASI (Self- Medication)

Swamedikasi adalah pengobatan sendiri dengan menggunakan berbagai macam ramuan atau obat-obatan yang dinilai tepat baginya. Upaya ini sering terjadi di masyarakat yang sedang menderita sakit gigi. Berbagai upaya pengobatan sendiri baik dengan pemakaian obat-obatan medis, ramuan alami hingga kepercayaan-kepercayaan lain yang jauh dari ilmu medis.

Risiko dari upaya ini diantaranya adalah kesalahan diagnosis, penundaan pencarian konsultasi medis saat dibutuhkan, terjadinya efek samping berat, terjadinya interaksi obat yang berbahaya, salah dalam mengkonsumsi obat, salah dosis, salah pilihan terapi, penyakit parah tertutupi dan munculnya risiko ketergantungan dan penyalahgunaan obat.

Cendekia medis akan mencoba efek pengobatan pada kultur sel. Kemudian dikembangkan ke hewan coba, baru terakhir pada manusia. Sedangkan masyarakat, sebaliknya, mencoba efek pada dirinya sendiri kemudian dilanjutkan ke tetangga, posting di feed sosial media dan tak lupa ke grup-grup whatsapp dengan caption pengantar:

Bismillahirrohmanirrohim, hanya sekadar berbagi, semoga bermanfaat.


Mulut Racun Tetangga Sebelah 

Kadang kita semua khawatir para profesional di bidang kesehatan sedang bertarung dalam pertempuran yang sangat sulit dimenangkan. Yaitu ketika orang yang kondisinya sangat sakit, memilih untuk mengabaikan bukti dan keahlian medis dan menjauh dari perawatan yang bisa menyembuhkan mereka.

Sebagai gantinya, mereka memilih alternatif yang dirasa lebih memenuhi kebutuhan psikis mereka yang hanya didukung oleh rumor di masyarakat.

Di sosmed kita telah cukup kenyang mendengar tentang penyebaran informasi kesehatan yang keliru oleh public figure, influencer atau media yang kurang berwawasan.

Di lingkup kecil, influencer itu bernama: tetangga.

Giliran punya tetangga dokter, malah buat bahan nakut-nakutin anaknya: kalau nakal, nanti disuntik pak dokter lho.


Bawang Putih Geprek Untuk Sakit Gigi



Menempelkan bawang geprek di pergelangan tangan atau di bagian lain untuk mengobati sakit gigi adalah HOAX.

Sakit gigi diakibatkan adanya struktur gigi atau jaringan pendukung yang rusak. Kerusakan ini bersifat fisik yang harus ditangani secara fisik juga. Maka jika kita mampu berpikirkritis, akan muncul pertanyaan besar: mampukah bawang yang diletakkan di pergelangan tangan atau bagian tubuh lain itu mampu melakukan perbaikan gigi secara fisik? Misalnya saja: membuat gigi yang berlubang menjadi mampet kembali, bentuknya kembali sempurna dan utuh lagi.

Bawang putih yang diletakkan sangat jauh dari sumber rasa sakit itu sebenarnya tidak punya kuasa untuk bisa menyembuhkan kerusakan fisik penyebab sakitnya.

Mungkin kamu berkilah: Gini dok, itu kan diletakkan di dekat urat nadi. Efek zat obatnya bisa menyebar ke seluruh tubuh lewat aliran darah, termasuk ke pusat sakit giginya.

Terus kenapa ga langsung ditempel ke sumber sakit di giginya saja?

Terlalu jauh jika mengandalkan aliran darah. Obat bius saja langsung disuntik ke syaraf sekitar giginya. Pun jika bius umum, tetap saja akan dilanjutkan penanganan koreksi dari kerusakan fisiknya.

Efek bawang, satu-satunya yang bisa menjangkau dengan cepat hanya baunya. Menjangkau ke hidung orang lain, bahkan.

Satu penundaan penanganan medis akan membuat penyakitmu satu tahap lebih parah dan biayanya satu tingkat lebih mahal dari sebelumnya. 


Kenapa Ada yang Mengaku Manjur?

1. Efek Psikis

Jika ada yang merasakan berkurangnya rasa sakit, tak lain hanya efek kesembuhan secara psikis semata. Psikismu memang bisa mengalihkan dan menutupi rasa sakitnya.

2. Pengalihan Rasa Nyeri (Distracted Pain)

Rasa nyeri bisa berkurang atau bahkan tidak dirasakan lagi ketika seseorang fokus terhadap hal lain. Distraksi ini bisa berupa aktifitas atau sebuah perasaan lain yang membuat si penderita tidak lagi menaruh atensinya ke rasa nyeri karena teralihkan oleh atensi lain yang lebih membutuhkan perhatian yang lebih dominan.

Pada kasus penempelan bawang geprek, perhatian nyeri di gigi beralih ke rasa panas atau nyeri di pergelangan tangan atau bagian lain yang ditempeli bawang tersebut.


Efek Luka Bakar Serius

Bawang mengandung diallyldisulfide yang bisa membakar dan mengiritasi kulit. Keparahannya tergantung dari seberapa sensitifnya kulitmu.

Berikut adalah contoh kasus luka bakar serius yang dialami oleh masyarakat:

KASUS #1

Laki-laki, 21 tahun, datang dengan pipi bengkak akibat sisa akar gigi geraham hingga kesulitan membuka mulut.

Pipinya melepuh akibat saran tetangga agar membuat ramuan bawah putih dan garam yang kemudian ditempel langsung di pipinya.

KASUS #2
Dokumentasi oleh: drg. Dhita Ardian Mareta (@dhitamareta)

Laki-laki, 43 tahun, datang dengan keluhan pergelangan tangan kanan dan kirinya melepuh. Penyebabnya: bawang geprek yang ditempel dan dibawa tidur semalaman. Metode ini adalah saran dari tetangganya untuk menyembuhkan sakit gigi.

Masalah utamanya ada di gigi geraham belakang bawah. Diagnosis: nekrosis pulpa disertai abses periodontal. Selain penanganan oleh dokter gigi untuk masalah giginya, pasien dirujuk ke poli umum untuk pertolongan luka bakar di pergelangan tangannya.

KASUS-KASUS LAIN:

#1
Belum genap 24 jam, langsung melepuh akibat bawang geprek yang dilakban di pergelangan tangan ditambah dengan pemakaian jam tangan.


#2


#3


#4


#5


#6


#7


#8
Dan benar, tentu saja sangat berisiko untuk penderita diabetes karena penyembuhan luka lambat dan lebih rentan terkena infeksi.

Sekarang, pilihan ada di tanganmu. kami memaklumi jika mengubah mindset soal kesehatan itu sesulit mengubah apa yang telah diyakini. Seperti mengubah keberpihakan politik dan keyakinan agama.






0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Follow Aja Dulu

Other Platform

Popular Posts