Highlight

Petaka Filler Payudara Seharga 13,5 Juta Salon Zaskia Studio & Beauty

Zaskia Studio & Beauty Bar melakukan perawatan gigi hingga ke filler payudara Salon yang makin serba bisa itu perlu dipertanyakan. Janga...

Tuesday, September 15, 2020


 


Berikut adalah bedah kasus yang diambil dari postingan instagram tukang salon veneer gigi yang menampakkan adanya risiko medis berbahaya jika dibiarkan.

Wawasan pencerahan untuk bisnis hitam para praktisi gigi nirlegal-nirkompeten dan polosnya pelanggan yang kurang wawasan.

Benjolan sekecil jerawat di gusi itu jelas tidak bisa diabaikan. Itu pertanda sudah ada penyebaran infeksi dari gigi telah mati. Nanah mulai terbentuk dan keluar menembus gusi. Ditandai juga dengan warna gigi yang bersangkutan menjadi lebih gelap.

Penyebabnya adalah ada kerusakan pada gigi yang tembus sampai pulpa. Jaringan pulpa mati kemudian terjadi pembusukan. Perawatan yang seharusnya dilakukan jika masih memungkinkan yaitu gigi dipertahankan dengan perawatan saluran akar (endodontik).

Peradangan gusi sudah mencapai tahap mudah berdarah dan pembesaran jaringan. Bandingkan dengan gambar gusi sehat yang di gambar bawah. Jika tetap dibiarkan, peradangan bisa sampai ke tulang pendukung gigi. Gigi bisa goyang hingga lepas.

Via: beautyandveneer_bali | ig


Penyebabnya adalah plak dan karang gigi. Perawatan yang dibutuhkan yaitu: diawali dengan scaling pembersihan karang gigi kemudian kontrol seminggu. Jika pembengkakan gusi tidak sembuh, lanjut pemotongan gusi (gingivectomy).

Coba renungkan, sama sekali tidak ada anjuran untuk perawatan veneer pada kondisi di atas. karena YANG PALING DARURAT bukan itu! Tukang veneer mana ngerti yang demikian. Karena buat mereka yang PALING DARURAT adalah perut mereka sendiri.

Veneer, fungsi utamanya adalah perbaikan struktur gigi, perbaikan ukuran gigi, atau posisi gigi yang tidak baik. Baru produk akhirnya adalah estetika itu sendiri.

Via: beautyandveneer_bali | ig

Veneer, jika tidak mampu kembali ke tujuan tersebut atau mengabaikan masalah kesehatan yang lebih prioritas, justru mempercepat keparahan terhadap masalah yang sudah ada sebelumnya. Dalam kasus ini masalahnya adalah abses dari gigi mati dan peradangan gusi.

Rupanya tukang salon ini bermain-main pada 2 perawatan medis yang tidak memiliki legalitas untuk dilakukan selain oleh dokter gigi. Veneer dan pemasangan gigi palsu untuk menggantikan gigi yang hilang. Salah prosedur, gusi bisa meradang dan gigi sebelah bisa rusak.

Via: beautyandveneer_bali | ig

Terkait dengan prioritas perawatan, ingat bahwa gigi itu menancap di jaringan pendukung yang menjadi pondasi tempat gigi itu tumbuh. Pondasinya terdiri dari gusi dan tulang rahang. Maka sehatkan dulu pondasinya sebelum bicara soal estetika.

Buat apa menempel veneer di atas gigi mati, bernanah dan gusi membengkak? Seperti membangun tembok marmer di atas pondasi yang rapuh dan rentan rubuh. Veneer-nya KW, bau mulutnya Ori. Bayarnya pake duit asli.





0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Follow Aja Dulu

Other Platform

Popular Posts