Highlight

Petaka Filler Payudara Seharga 13,5 Juta Salon Zaskia Studio & Beauty

Zaskia Studio & Beauty Bar melakukan perawatan gigi hingga ke filler payudara Salon yang makin serba bisa itu perlu dipertanyakan. Janga...

Saturday, September 26, 2020

Makin tipis wawasannya, makin tebal veneernya. Lagipula, barang KW sesuai fitrahnya, memang biasa mencolok dan show off.

Mari kita kembali ke dasar ilmu ketika masih sekolah dasar. Tentang macam-macam gigi dan fungsinya. Ingatkah kamu bahwa gigi depan berfungsi untuk memotong?

Seperti pisau, agar bisa memotong, maka harus tajam. Jika tidak tajam, akan auto alih fungsi menjadi penumbuk.

Gigi pemotong bak pisau itu malah dibikin tumpul, maka beban potongnya pasti berat banget. Jika berat, mata pisau akan gampang lepas dari gagangnya. Peran gagang inilah yang dipegang oleh gusi dan tulang rahang sebagai jaringan pendukung gigi yang akan melemah layaknya gagang pisau tumpul yang dipaksa untuk memotong tadi.

Udah, penjelasannya ga usah panjang-panjang. Logika sederhana itu untuk menggambarkan tentang beban kunyah yang berlebih ketika ketebalan gigi diutak atik.

Untuk tukang veneer, jika dengan logika sederhana itu tetap berat untuk dihayati, mungkin otak atau hatimu udah tumpul. Atau malah keduanya?

1. Dokumentasi Kasus Oleh drg. Willy Sandjaya (@drgwillys)

Intervensi ketebalan gigi akan berpengaruh pada perubahan kekuatan dan pola arah pengunyahan. Perubahan ini akan membuat jaringan pendukung gigi menerima beban berlebih dan otot pengunyahan akan bekerja ekstra untuk menyesuaikan dengan pola gerakan barunya. Lebih jauh lagi otot akan mengalami ketegangan dan sendi pengunyahan akan terganggu.

Perempuan, 38 tahun, mengeluh tidak bisa mengunyah dan menggigit dengan baik sejak 1 minggu setelah veneer salon seharga 1 juta itu terpasang.

Ketebalan veneernya teryata dibuat sangat tidak manusiawi dari gigi depan hingga gigi belakang.


2. Dokumentasi Kasus Oleh drg. Rika Novalita (@doktergigirika.samarinda)


Goal putih sebagai gaya hidup rupanya tidak diimbangi dengan logika bahwa untuk menerapkan GAYA HIDUP, seseorang harus HIDUP dulu. Yaitu sebuah proses yang diawali dari sempurnanya proses pengunyahan makanan sebagai kebutuhan pokok manusia.

Ketebalan veneernya adalah citra dari level kebodohan tukang veneernya dan kepolosan pelanggannya.

Setelah veneer dan berlian di giginya dilucuti, gigi dan gusinya bisa kembali bernapas dengan lega. Demikian juga dompetnya.


Siapa yang tega menempelkan konstruksi veneer yang seperti itu di mulut seseorang?

Jadinya seperti sedang mengunyah sesuatu dan belum ditelan. Belepotan di gigi.

Atau kalau lagi senyum dijalan, sudah seperti sepeda motor yang tertib aturan lalu lintas: lampu utama menyala terang dan spion berlian yang berkilau lengkap di kanan dan di kiri.

Masalahnya bahan yang dipakai adalah bahan tambal gigi yang kerasnya seriusan. Cukup kuat untuk menerima beban kunyah. Maka dari gambar ini kita bisa merasakan betapa ngganjelnya berlipat-lipat. Ngganjel di gigitannya dan di perasaan kita yang pengin misuh online.



0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Follow Aja Dulu

Other Platform

Popular Posts