Highlight

Petaka Filler Payudara Seharga 13,5 Juta Salon Zaskia Studio & Beauty

Zaskia Studio & Beauty Bar melakukan perawatan gigi hingga ke filler payudara Salon yang makin serba bisa itu perlu dipertanyakan. Janga...

Wednesday, September 23, 2020



Veneer Secara Sosiologis

Jika ditinjau dari aspek sosiologis, veneer merupakan objek konsumsi lifestyle yang mengandung hasrat dan keinginan di luar kesadaran rasional seseorang untuk mengkonsumsinya.

Logika sosial dalam mengkonsumsi sesuatupun telah berubah dari "aku beli karena butuh" menjadi "aku beli karena ingin bergaya". Hal ini sangat masuk akal karena mitos-mitos kecantikan sengaja dibangun oleh para penguasa industri untuk menciptakan manipulasi pasar.

Pada akhirnya, tubuh adalah objek yang harus mengikuti mainstream budaya. Oleh karenanya, tubuh harus dimodifikasi sesuai dengan tuntutan jaman.

Kita semua tahu bahwa hasrat modifikasi masyarakat ini tidak akan pernah tercukupkan. Terlebih praktisi salon ini mampu merealisasikan mimpi tergila sekalipun dari para pelanggannya.

Disinilah pentingnya wawasan dari aspek medis perlu ditamparkan berkali-kali ke pusat akal dan hati masyarakat agar proses modifikasi tubuh ini tetap berakar pada fitrahnya tubuh itu sendiri.

Agar manusia tidak melupakan kemanusiaannya.


Dokumentasi Kasus Kegagalan Veneer

Diedukasikan ulang dari kasus drg. Wira Zeko Roha 

Perempuan, usia belum genap 30 tahun, mengeluhkan gusi mudah berdarah saat sikat gigi, bau mulut dan mengeluhkan juga warna veneer giginya yang terlalu putih. Veneer dipasang sejak 1 tahun yang lalu. (Sumber drg. Wira Zeko Roha)


(1) Warna terlalu putih. Tidak natural. Cenderung supranatural. (2) Tepi veneer tidak rapi, menempel pada gusi. (3) Veneer antar gigi menyambung. (Sumber drg. Wira Zeko Roha)

Karena celah antar gigi tertutup (1), sisa makanan yang terjebak di celah ini (2) tidak bisa keluar. Tanda bahwa gusi terdesak (3) atau tertempel oleh tepian veneer menyebabkan plak dan karang gigi mulai terbentuk di area leher gigi (4). (Sumber drg. Wira Zeko Roha)

Tepi veneer tidak rapi dan bercelah (1) dan ketebalan yang sangat tidak manusiawi (2) sangat cukup untuk bisa membuat gusi meradang dan gigi berisiko karies akibat sisa makanan mudah terjebak dan sulit dibersihkan. (Sumber drg. Wira Zeko Roha)



Gusi mudah berdarah karena tepi veneer menempel pada gusi, tidak rata dan bercelah. Plak dan karang gigi terakumulasi menyebabkan peradangan gusi dan mudah berdarah.(Sumber drg. Wira Zeko Roha)

Veneer ekstratebal (1) memiliki risiko bertambahnya beban kunyah yang akan membuat jaringan pendukung gigi melemah. Sela gigi tertutup dan mulai tampak kotoran kekuningan, lunak dan lengket (2). Inilah yang disebut plak a.k.a jigong. Mulut baunya sudah pasti. (Sumber drg. Wira Zeko Roha)

Kondisi setelah pembongkaran, giginya bisa bernafas lega setelah setahun terpenjara di balik veneer setebal tembok Cina. (Sumber drg. Wira Zeko Roha)
Dari kasus ini kita bisa belajar, bahwa tindakan veneer tanpa ilmu medis pasti akan mengabaikan aspek-aspek kesehatan yang risikonya tidak main-main. Terserah kamu sih, mau belajar dari laporan kasus ini saja atau mau belajar dengan cara yang lebih keras lagi, yaitu dengan mencobanya sendiri?

2 comments:

  1. Best bets for soccer today - Sports Toto
    Today, we're going to tell you a few key to checking into 출장안마 soccer https://septcasino.com/review/merit-casino/ betting apps. of the most worrione popular soccer betting options and 메이피로출장마사지 which 토토 사이트 모음 ones will

    ReplyDelete
  2. I appreciate you sharing this blog article. Really thank you! Really Great.
    Check out all-on-4 website right here

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Follow Aja Dulu

Other Platform

Popular Posts