Highlight

Petaka Filler Payudara Seharga 13,5 Juta Salon Zaskia Studio & Beauty

Zaskia Studio & Beauty Bar melakukan perawatan gigi hingga ke filler payudara Salon yang makin serba bisa itu perlu dipertanyakan. Janga...

Friday, September 18, 2020



Temptooth, disaat banyak sejawat dokter gigi belum mengkaji bahan ini, kasusnya justru sudah mulai bermunculan.

Peredaran di Indonesia

Bahan ini sedang laris manis di lapak-lapak online. Dari iklannya, bahan ini bisa untuk membuat gigi palsu, tambalan gigi bahkan veneer yang bisa dilakukan secara mandiri atau Do It Yourself (DIY). Pas dengan selera para konsumen jika barang tersebut praktis, bisa dilakukan sendiri untuk memenuhi kebutuhan kesehatannya, tanpa jumpa dokter, maka persepsi mereka akan menjadikan suatu upaya yang menghemat banyak waktu dan biaya.

Pada situs resminya (temptooth.com) tercantum sebuah Discalimer sebagai berikut:
Temtooth is a temporary solution for cosmetic dental purposes only. We highly recommended that you seek professional dental advice concerning your options for replacing missing teeth. Temptooth should only be used on teeth that are in good shape and are routinely cared for by a proessional dentist. Temtooth is not a permanent replacement for missing teeth.: delays in replacing a missing tooth can potentially lead to future problems.
Artinya bahan ini hanya ditujukan untuk keperluan sementara saja. Mereka tetap merekomendasikan untuk tetap mencari penanganan profesional ke dokter gigi.

Tapi apa daya, dengan maraknya penjualan online di Indonesia, banyak pelapak yang mengemasnya secara eceran agar harganya lebih terjangkau. Kemasan aslinya mungkin banyak yang tidak pernah menjumpainya. Apalagi membaca disclaimer yang ada di situ.

Bahan ini seringkali dijual secara eceran dengan harga yang sangat murah.

Video keterangan drg. Aji tentang peredaran bahan ini di online shop:






Untuk produk yang dijual bebas, biasanya masyarakat bisa mengandalkan pada registrasi BPOM. Jika BPOM mengatakan aman, artinya masyarakat bisa memakainya secara mandiri. Maka efek sampingnya biasanya terkait apakah si konsumen sudah menggunakannya sesuai aturan pakainya atau belum. Namun, pengemasan, distribusi dan kejelasan bahan ini masih dipertanyakan.

Sebagai bahan yang dijual bebas di masyarakat, dengan kemasan seperti ini, sudah pasti belum mengantongi ijin BPOM. Kemasan, informasi bahan dan cara pakainya hanya dibuat ala kadarnya.



Cara Pakai Temptooth

Bahan ini akan melunak ketika direndam di air panas. Saat itulah bahan ini mudah dibentuk sedemikian rupa kemudian dipasangkan ke bagian gigi atau bagian ompong yang harus diisi.

Bahayanya adalah ketika bahan ini dingin dan mengeras, akan mengunci sedemikian rupa di tempatnya. Bahkan dalam proses pengerasannya, bahan ini bisa meyusut dan menghimpit gusi atau bagian lain di rongga mulut. Ketika sudah keras, si pemakai tidak mungkin melepasnya sendiri karena saking kerasnya.

Bayangkan jika mengerasnya itu dalam posisi mengganjal ketika dipakai untuk mengunyah. Maka tekanan-tekanan yang terjadi bisa merusak gigi, jaringan sekitar mulut bahkan ke sendi pengunyahan.


Mirip bahan pembuat kerajinan tangan 

Ketika pegiat seni atau pehobi pernak-pernik melihat bahan ini, mereka sangat tidak asing. Hanya saja mereka heran, kenapa bahan ini malah dipakai di gigi? Berikut adalah keterangan dari masyarakat:

OH MY GOD! AKU BELI ITU!! tapi bukan temptooth mereknya, aku belinya DI ART SUPPLIES STORE... Buat bkin cetakan cetakan ato miniatur kecil"an dan bahannya tuh sejenis PLASTIK..!
Yg dijual di toko artku dijual dgn nama polymorph plastic klo di bahan ditulisnya Polycaprolactone.. 

Mnurut mbah google itu tuh biodegradeable polyester...
 


Laporan Kasus

Di saat penelitian klinis bahan ini belum mencukupi, yaitu tentang keamanan bahan ini terhadap jaringan di rongga mulut dan keamanan cara pakainya,  kasus-kasus efek samping pemakaian bahan ini secara mandiri di masyarakat mulai menampakkan efek buruknya. Berikut adalah contoh kasusnya:


1. Laporan kasus oleh drg. Nofi Maryanti



Seorang Ibu, 50 tahun, bercerita bahwa beliau membeli gigi secara online karena tergiur keponakannya, saat awal dipasang bagus, dan bisa dilepas pasang. Sehingga tidak mengganggunya sama sekali. Sampai suatu hari si Ibu minum air dingin, dan tiba-tiba gigi palsu tersebut terasa bertambah kencang, menekan gusi dan tidak bisa dilepas sama sekali.

Pemeriksaan: terdapat gigi palsu yang menempel dan menekan gusi hingga ke batas antara gusi dengan bibir bagian dalam. Terdapat perlukaan dan cairan kekuningan serupa nanah. 

.

Gigi palsu tersebut menempel permanen dan sulit dilepas dalam kondisi utuh. Jalan satu-satunya adalah merusaknya.



Setelah dibongkar, tampak gusi kemerahan dan terdapat sisa akar. Sisa akar ini sendiri juga bisa menjadi sumber infeksi kedepannya jika tidak dirawat atau dicabut.

2. Laporan Kasus drg. Nur Aji Pratama Putra

Pasien datang dengan keluhan nyeri di gusi dan pipi bagian dalam. Pasien merasa ada benda tajam yang melukai bagian dalam pipi area gigi kiri bawah dan area gigi atas kanan. Pasien bercerita jika dia melakukan penambalan gigi sendiri dari bahan yang dibeli secara daring dan terinspirasi dari salah satu video youtube.

Bahan yang ditempelkan tersebut memiliki tekstur permukaan yang tidak rata, tajam hingga melukai jaringan gusi dan bibir bagian dalam pasien. 

Tindakan yang dilakukan adalah membongkar benda asing tersebut menggunakan bur cutting diamond dan pencongkelan secara paksa menggunakan instrumen diagnosis. Material tersebut sangat plastis dan lengket sehingga menyebabkan kerusakan pada bearing handpiece. 

Video keterangan drg. Aji tentang laporan kasusnya:







Petaka Rusaknya Alat Dokter Gigi

Tantangan rupanya tidak hanya dalam membongkar dan melepas bahan ini. Berikut keterangan drg. Nur Aji Pratam Putra:
Tindakan yang dilakukan adalah membongkar benda asing tersebut menggunakan bur cutting diamond dan pencongkelan secara paksa menggunakan instrumen diagnosis. Material tersebut sangat plastis dan lengket sehingga menyebabkan kerusakan pada bearing handpiece.

Begitu mengejutkan bahwa bahan yang dijual bebas dengan harga yang sedemikian murahnya, mampu merusakkan alat dokter gigi hingga pelayanan untuk pasien berikutnya terhambat.

Video keterangan drg. Aji tentang pengalaman rusaknya alat dokter gigi ketika digunakan untuk membongkar bahan ini:




 Nah, bagaimana pendapatmu? Bahan baru yang belum bisa ditelusuri keamanannya ini rupanya telah menampakkan efek sampingnya duluan ketimbang kajian ilmiahnya. Untuk masyarakat, semua produk yang dijual bebas sebaiknya crosscheck dulu ke BPOM. Untuk dokter gigi, semoga dengan adanya pemaparan pengalaman ini, bisa melakukan antisipasi untuk menghadapi pasien-pasien yang kelak akan berdatangan minta dibongkar.


0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Follow Aja Dulu

Other Platform

Popular Posts