Highlight

Petaka Filler Payudara Seharga 13,5 Juta Salon Zaskia Studio & Beauty

Zaskia Studio & Beauty Bar melakukan perawatan gigi hingga ke filler payudara Salon yang makin serba bisa itu perlu dipertanyakan. Janga...

Monday, September 7, 2020

ig @art_beauty168

Agustus!

Di bulan ini sealu identik dengan merah dan putih. Dan para korban tukang salon gigi, merayakannya dengan caranya sendiri

Veneer nasionalis: merah di gusi, putih di gigi. Tinggal dikerek pas agustusan, dan kita saksikan gusi dan giginya berkibar-kibar.

Gusi dan gigi yang berkibar bukanlah hiperbolis ya.

Sebenarnya, veneer yang shining shimering splendid itu hanyalah pengalihan isu saja. Masalah utama ada di gusi yang meradang dan tampak mudah berdarah yang kelak tanpa perawatan akan berlanjut ke peradangan jaringan pendukung gigi dan kegoyahan gigi.

Tukang veneer dan pelanggannya sama-sama orang awam, maka keduanya tidak akan mampu melihat prioritas dalam kondisi ini. Jika si pelanggan ini datang ke dokter gigi untuk veneer, dengan kondisinya yang seperti ini, dokter gigi tidak akan bersedia menuruti keinginannya. Ada kondisi yang lebih prioritas untuk disembuhkan yaitu gusinya yang kemerahan dan mudah berdarah itu.

Padahal semerah itu dan seberdarah itu lho ya. Mungkin emang kebiasaan kalau lihat lampu merah di perempatan juga diabaikan kali ya

Pada dasarnya, gigi yang tampak dari luar atau bagian mahkota gigi itu hanya sepertiga dari keseluruhan struktur gigi. Masih ada dua per tiga yang tidak tampak yaitu bagian akar gigi. Veneer hanya sekadar menghias bagian mahkota gigi yang sekali lagi, hanya sepertiga dari keseluruhan gigi itu sendiri. Maka prioritasnya sangat kecil ketika dibandingkan dengan kondisi peradangan jaringan pendukung gigi yang merupakan penopang utama dua per tiga struktur gigi. Seperti mempercantik tembok rumah tanpa mepedulikan pondasi yang hampir runtuh.

Jaringan pendukung ini berupa gusi dan tulang rahang. Peradangan gusi yang tidak dirawat pasti akan berlanjut pada pembengkakan gusi hingga gusinya berkibar-kibar. Kondisi yang seperti ini jika masih saja dibiarkan tanpa dirawat, akan diikuti peradangan tulang pendukung gigi. Jika dukungan gigi sedemikian lemahnya, gigi ikutan goyah dan berkibar.

Maka istilah gusi dan gigi berkibar, bukan hiperbola.

Adanya veneer yang dibuat tanpa keilmuan dan tanpa memperhatikan kondisi kerusakan ini, akan membuat progress kerusakannya jauh lebih cepat lagi. Buat apa memasang veneer yang justru akan membuat kamu kehilangan gigi dengan lebih cepat? Tanpa gigi, kamu akan pasang di mana veneernya kelak? Di tonsil?

Itulah pentingnya bahwa kita harus paham bahwa gigi itu bukan sekadar yang hanya terlihat sebagai mahkota gigi saja. Itu baru sepertiganya. Selebihnya adalah dua pertiga bagian yang berupa akar gigi yang tak terlihat. Maka jangan hanya menghias mahkota giginya saja tanpa memperhatikan kesehatan jaringan pendukung giginya.

Ibarat pengabaian isu untuk permasalahan yang jauh lebih kompleks.

Contoh lain dari pengabaian ini masih bisa dilihat di akun yang sama. Kasus-kasus yang kelak diagnosisnya terupgrade ke kondisi yang lebih parah gegara veneeran.

Mucocele

ig @art_beauty168


Kebutuhan veneer menyilaukan sedemikian rupa sehingga kondisi serius di sekitarnya jadi terabaikan. Diagnosis sementara benjolan tersebut: Mucocele, yaitu penyumbatan kelenjar ludah akibat benturan atau perlukaan. Gesekan veneernya justru bisa makin membuat benjolan makin membesar.

Nah itulah tadi contoh-conth kasus dimana kamu mengabaikan ancaman kesehatan yang lebih besar hanya demi mengejar estetika secara instan.

React akun @art_beauty168

Selengkapnya di channel youtube kortugi. Semoga teredukasi, tetap waspada, jangan lupa subscribe agar edukasi kami selalu gratis.




0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Follow Aja Dulu

Other Platform

Popular Posts